Embun Pelangi Sindoro

“Embun Pelangi”, adalah basecamp di salah satu jalur pendakian ke gunung Sindoro. Basecamp tersebut terletak di Desa Buntu Kejajar Wonosobo. Dan merupakan jalur tercepat menuju puncak, katanya ya yang penting dicoba dulu.

Mari kita mulai bicarakan baik-baik perjalananku kesana bersama rombongan makhluk pendaki lainnya di postingan ini. Dimulai dari informasi “Dirgahayu Indonesia Ke 71” diadakan pendakian bersama dan upacara di Gunung Sindoro 3135 mdpl tanggal 17 Agustus 2016, maka kita mencoba mendaftarkan diri untuk ikut mendaki bersama yang diadakan oleh basecamp Embun Pelangi Sindoro dengan iming-iming tikeet 20.000/orang FREE PARKIR POS 1, Sticker, Slayer, dan Doorprize.

Pukul 15:00 para peserta diwajibkan untuk sudah berkumpul di pos 1, realitanya kita berangkat dari Yogyakarta tepatnya di Indomaret jalan magelang barat pom bensin pertama dari fly over sudah pukul 14:00. Belum lagi kita harus cod-an dengan temannya teman kita yang ikut muncak bareng. Sampai di wonosobo, tepatnya entah itu pom bensin mana namanya yang sesudah patung garuda kalau tidak salah lihat jam 18:00. Setelah pasukkan lengkap maka kita meluncur ke basecamp mengikuti jalur wonosobo yang mengarah ke Dieng, sampai di loket pertama yang mengarah naik ke dieng kita diberhentikan dan diminta untuk membayar tiap orang 10 Ribu untuk ke Dieng. Sedangkan kita enggak ke dieng, dan terjadi berdebatan yang tidak sengit. Sampai akhirnya kita merelakan untuk membayar 50 ribu saja untuk 8 orang 6 motor.

Mari kita lanjut meluncur naik, dan saking ngebutnya dan asiknya naik motor yang didepan hampir sampai dieng. Kan diawal sudah dibicarakan, kalo enggak ke dieng ko malah ngebut kenceng. Jadi Desa Buntu itu gapura masuknya hanya di sekitar KM 8 – 13 menuju dieng, dan pastikan untuk fokus disebelah seberang kanan jalan. Masuk gapura, kita disuguhi dengan jalanan yang cukup membuat kita geyal-geyol berbatuan. Sarannya yang boncengan hati-hati dan motor yang dipakai.

Sekitar kurang dari 1 km masuk di perkampungan warga dan jalan yang sudah membaik, dan diingatkan lagi untuk fokus melihat plang penunjuk basecamp. Sesampai di basecamp pukul 19:30 ternyata sepi, dan jelas para peserta diacara tersebut sudah berangkat dari tadi sore. Kita istirahat sejenak mempersiapkan diri dan menikmati sepiring indomie goreng pakai nasi (sangat direkomendasikan ke penyakit diabetes). Sempat kita diberikan peta jalur menuju puncak, cuma lupa difoto. Kalau ada bisa tak lampirkan disini, kalau ada ya, berhubung tidak ada ya cukup dibayangin saja sambil bacanya.

Pos 1, ya ternyata perjalanan dari basecamp menuju Pos 1 itu sekitar 1,5 jam kalau jalan kaki. Untuk acara ini, pertama kalinya pendaki naik motor sendiri menuju ke pos 1. Dan kembali lagi kita disuguhi jalan seperti diawal masuk gapura dan lebih greget. Sekali lagi hati-hati ya karna itu jalan sepi menuju ladang tembakau dan tidak ada bengkel. Sampai di pos 1 yang hampir memasuki hutan kita dipertemukan dengan mas-mas panitia yang bertugas menjaga motor para peserta pendaki. Akhirnya kita sudah sampai di Pos 1 pukul 21:00 kalau tidak salah. Pos dilajur ini terdapat 1, 2, 3, 4, dan 5. Langsung saja kita mulai mendaki, dan sampai di pos 3 kita mulai loyo. Dari pos 3 sampai pos 4 susah buat cari lahan yang cukup landai untuk buka tenda, yang ada kita cuma berusaha buat muncak terus sampai nemu.

14099330_1768611193382535_378366394_n

Dibeberapa spot tertentu, seperti di Pos 4 kita disuguhi langit malam yang indah dengan bertaburan bintang-bintang, indahnya. Indah aja ya gapake akhiran lain-lain. Diakhir keputusasaan kita memutuskan untuk berhenti dan membuka tenda seadanya diatas pos 4. Dan kembali ke realitanya, kita cuma bisa bikin 1 tenda itu pun untuk 1 cewek. Yang 3 berhasil bikin dibawah kita. Sisanya kita cuma gelar matras, buka SB dan langsung kemulan tepat suara kumandang adzan subuh terdengar samar-samar.

14063792_10206384665601867_6514372984908192313_n14089304_10206384655801622_5347249566319505748_n   14055162_10206384664881849_6865785280786437629_n  14079809_10206384664561841_799423593346098353_n

Pukul 10:00 pagi tanggal 17 Agustus 2016 kita melanjutkan menuju puncak, dan disisakan 1 makhluk yang memilih untuk tinggal ditenda menjaga barang-barang. Aku? tetap kuat melanjutkan kepuncak, hanya dengan 1 tujuan mencari tempat yang nyaman buat nongkrong. Akhirnya sampai, sampai di dataran bebatuan dan tumbuh ranting-ranting tanaman yang mulai kering lebat. Sempat kita menggerutu, kenapa kita ga nekat saja sampai ini karna lahannya yang luas buat bikin tenda. Pukul 11:00 kita sampai di puncak tertinggi sindoro dengan aroma khas belerangnya.

14046122_10206384656921650_2802679477396744565_n

 

Kita, rombongan terakhir yang muncak dimalam 16 Agustus dan kita hampir rombongan terakhir yang sampai dipuncak karena masih ada mas-mas yang masih dipuncak meski mereka lewat jalur yang berbeda.

14079757_10206384635121105_2232745052235802489_n

Pukul 12:00 kita diharuskan untuk segera turun karena bau belerang semakin menyengat. Sampai tenda, beres-beres, dan packing kelar pukul 14:00. Menuju pos 1 sudah mulai gelap dan tiba-tiba hujan, awsome. Ini pendakian kita yang paling greget, seperti yang sudah dibahas diatas bahwa pos 2 menuju pos 1 itu hampir 2x nya pos 2 menuju 3.

14064311_10206384635161106_4505798697239924408_n14045802_10206384638281184_9068390090210485474_n

Jalan menurun, diam, sesekali terpleset mengucap istighfar. Dalam hati sudah sampai belum ini pos 1 nya. Didepan terlihat rimbunan semak-semak dan bercabang. Kita, aku dan 2 teman adalah makhluk yang berjalan lebih duluan dari sisa yang jalan dibelakang.

14079701_10206384649161456_2220267690486402455_n14034929_10206384649201457_2008709037511778397_n

Dicabang tersebut kita ambil lurus, dan ternyata kita nyasar sampai akhirnya kita mendengar mas-mas penjaga motor yang hampir mau meninggalkan kita jika jam 20:00 belum turun. Akhirnya kita nyasar, melewati jalan pos 1 lama dengan pemandangan gelap dan ladang tembakau. Alhamdulillah, pendakian kita berangkat muncak pukul 20:00 16 Agustus sampai lagi pukul 20:00 17 Agustus 2016.

Oke, Catatan untuk ke Embun Pelang :

Yogyakarta -> Wonosobo -> Jalan Menuju Dieng (km 7 – 13) -> Desa Buntu Kejajar -> Masuk Gapura Desa -> Lurus, cari Plang Basecamp (50M)

13736844_506019332920832_1513219069_n

Hallo dunia,, perkenalkan aku damar. Selengkapnya bisa cari ID @damarresin di google dan bakal muncul semua informasi sosial media dengan ID tersebut, tetapi jangan disalahgunakan (bikin meme, bikin sticker telegram, dan lainnya) karna sudah kebal dengan hal seperti itu. Terimakasih.

One Reply to “Embun Pelangi Sindoro”

  1. kok ono raiku mbarang neng kene wkwkwkwkw

Bagikan Pengalamanmu

%d bloggers like this: