Menikmati Matahari Terbit di Gunung Purba Nglanggeran

Setelah pantai, gunung seringkali menjadi tempat favorit untuk menanti terbitnya sang mentari. Saat sang fajar mulai menyapa dari balik cakrawala, jangankan angin gunung, sms pacar yang panik menunggu kabar-pun seringkali diabaikan.

ah ternyata saya tak cocok jika menulis dengan gaya bahasa seperti itu, terlihat sangat menyebalkan dan penuh kepura-puraan.

Coba deh bayangin, kamu sedang berada di sebuah gunung, ditemani segelas minuman panas — entah kopi, bandrek, atau campuran teh dengan tolak angin; dan sejuknya hembusan angin pagi, menanti seorang mantan matahari terbit menyapa dari balik punggungan gunung di depanmu. Saya percaya hal itu cukup untuk meredakan penat dan stres yang mendera akibat janji kerjaan yang tak kunjung nampak ujungnya.

Tempo hari saya mencoba untuk menjejakan kaki kembali ke Gunung Purba Nglanggeran, entah kenapa load kerjaan minggu kemarin terasa begitu menyebalkan sehingga refreshing adalah satu hal yang wajib untuk dijalani. Saya berangkat pada pukul 3.40 wib, dan 30 menit kemudian saya-pun sudah tiba di lokasi, hiking di gunung purba ini tidak memerlukan waktu lama, saya tiba di puncak pertama setelah berjalan santai selama 45 menit. setidaknya saya belum telat untuk menyaksikan ritual bangun-paginya sang mentari.

Setelah menaruh kamera diatas gorillapod, dan memastikan remote-controlnya bekerja; saya mulai menjerang air panas untuk bikin kopi sebagai teman nyantai. Moment seperti ini sangat sayang jika dilewatkan dengan grasa-grusu ngurusin kamera, rana, dan teman-temannya bukan?. Setelah kopi terhidang, tak lama kemudian sang mantan mentari pun muncul, saya rasa cukup video di bawah ini yang bercerita 🙂

Pada perjalanan turun, saya disapa oleh serombongan monyet, tidak galak, tidak pula jinak; namun ada baiknya untuk tetap berhati-hati. Kurang lebih setahun yang lalu saat pertama kali kesini, jangankan monyet yang diatas pohon, monyet yang buang sampah sembaranganpun tidak ada. well, times fly so fast and a lot of things changed. isn’t it?

oiya, kalau kalian ingin menggunakan action-cam yang terbungkus dalam case waterproofnya disini, saya sangat menganjurkan untuk menyelipkan patch silika agar case kalian tidak berembun. 🙂

Bagikan Pengalamanmu

%d bloggers like this: